Sifat Qanaah

sifat qanaah

Sifat Qanaah ialah mendidik diri memahami yang allah berhak mengurniakan rezekiNya mengikut ketetapanNya dan bersyukurlah. Qanaah juga ialah sikap rela menerima atau merasa cukup dengan apa yang didapat serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kekurangan yang berlebih-lebihan. Ia muncul dalam kehidupan seseorang berupa sikap rela menerima keputusan Allah Swt. yang berlaku bagi dirinya. Sikap ini muncul bukan dari sikap pasif menunggu tanpa berbuat yang terbaik.

Memang fitrah manusia biasa mahu kehidupan yang senang dan serba lengkap. Malah, ada yang berhajat untuk hidup dalam keadaan sentiasa mewah. Namun, kalau diperhatikan, kemewahan dunia ini tiada penghujungnya. Semakin kita mendapat apa yang kita hajati, semakin besar pula keinginan kita untuk memiliki lebih daripada itu.

Allah SWT memiliki segala kekuasaan mengurniakan apa saja yang diperlukan oleh hamba-Nya. Sebagai seorang Mukmin yang menyedari kehidupan ini hanya sementara, kita perlu sedar bahawa harta dunia yang dicari akan hadir bersama tanggungjawab cukup besar. Harta yang kita peroleh bukan semuanya milik kita secara mutlak, sebaliknya ada bahagian ataupun hak orang lain yang perlu kita tunaikan. Sebab itu, dalam Islam adanya istilah zakat dan sedekah.

Manfaat Memiliki Sifat Qanaah :

1- Mendapatkan dunia seluruhnya
Dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al-Anshary radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau          bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

   “Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan  masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka   seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi, no. 2346; Ibnu Majah, no. 4141. Abu ’Isa   mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib).

2- Menjadi orang yang beruntung

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rizki yang cukup dan Allah mengaruniakannya sifat qana’ah (merasa puas) dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim, no. 1054).

3- Mudah bersyukur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim, no. 2963).

4- Mengatasi Berbagai Masalah Hidup Seperti Berhutang

Karena kalau seseorang memiliki sifat qana’ah, ia akan menjadikan kebutuhan hidupnya sesuai standar             kemampuan, tak perlu lagi baginya menambah utangan. Ingatlah, orang yang memiliki sifat qana’ah sunggu   terpuji. Makanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minta dalam doa beliau sifat qana’ah (selalu merasa   cukup)  seperti dalam doa berikut,

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

Ya Allah, aku meminta kepada-Mu petunjuk (dalam ilmu dan amal), ketakwaan, sifat ‘afaf (menjaga diri dari hal yang haram), dan sifat ghina’ (hati yang selalu merasa cukup atau qana’ah).” (HR. Muslim, no. 2721, dari ‘Abdullah).

 ‘Afaf artinya menjaga iffah, menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik, termasuk juga menjauhkan diri dari    syubhat (hal yang masih samar). Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “’Afaf adalah menahan diri dari yang  haram, juga menjauhkan dari hal-hal yang menjatuhkan kehormatan diri. Ulama lain mengungkapkan ‘iffah (sama dengan ‘afaf) adalah menahan diri dari yang tidak halal.” (Syarh Shahih Muslim, 12: 94)

Amalkan baca 3 ayat ini untuk ketetapan hati. Inshaallah.

  • 1.Surah Al Anam : 17
  • 2. Surah Hud : 6
  • 3. Surah Fatir: 2

Semoga bermanfaat…….

Kongsikan Artikel Ini

Facebook
Telegram
Email
WhatsApp
Twitter

Artikel Berkaitan